Berkenalan dengan Geofisika

Geofisika, bisa jadi sebutan ini masih terdengar asing di kuping. Bila sempat membaca ataupun mengenali sebutan ini tadinya, pastilah itu berasal dari Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika( BMKG), suatu lembaga pemerintah yang berfungsi dalam sediakan data menimpa cuaca serta kegempaan di Indonesia. Tetapi sesungguhnya, apa itu Geofisika? Apa saja yang dipelajari di bidang keilmuan ini?

“ Geofisika belajar apa?”,“ Oh, geologi ya?”,“ Wah, apa kelainannya tuh dengan geologi?”,“ Loh, terdapat fisika- nya ya?”. Ungkapan- ungkapan ini kerapkali dilontarkan oleh mereka yang baru awal kali mendengar sebutan ini. Geofisika ialah salah satu rumpun ilmu eksakta yang menekuni tentang bumi serta seisinya dengan mengaplikasikan prinsip- prinsip fisika yang terdapat.

Geofisika pula berfungsi dalam membagikan cerminan menimpa dasar permukaan bumi. Salah satu objek pengamatan dasar permukaan bumi dalam geofisika merupakan batuan. Batuan mempunyai karakteristik- karakteristik fisika yang dapat diteliti memakai instrumentasi geofisika. Salah satu watak batuan yang umumnya jadi sasaran riset geofisika merupakan resistivitas batuan. Resistivitas batuan merupakan dimensi menimpa seberapa besar keahlian batuan tersebut dalam membatasi aliran listrik. Pengetahuan menimpa resistivitas batuan ini bisa menolong para pakar geofisika buat memastikan posisi serta kedalaman suatu sumber air tanah di dasar permukaan( hidrologi) Konsultan Geofisika

Tidak cuma hidrologi saja, cakupan riset geofisika dapat dikatakan lumayan luas, mulai dari kegempaan, kegunungapian sampai eksplorasi sumber energi alam serta mineral. Apalagi eksplorasi sumber energi alam serta mineral sendiri dibagi jadi sebagian subjek riset yang lain, antara lain merupakan eksplorasi minyak serta gas bumi, pertambangan, dan sumber tenaga terbarukan berbentuk panas bumi. Walaupun zona riset geofisika terbilang banyak, tujuan utama segala riset ini merupakan buat menguasai bumi lebih baik sampai sedalam- dalamnya serta sedetail- detailnya. Tanpa terdapatnya riset geofisika, hendak susah untuk para pakar buat menekuni proses dinamika serta bidang dalamnya bumi, sebab pengamatan secara langsung cuma dapat dicoba lewat pengeboran yang pastinya bisa memakan banyak waktu serta bayaran. Instrumentasi geofisika- lah yang membuat riset dasar permukaan bumi jadi bisa jadi dilaksanakan dalam waktu yang pendek serta bayaran yang efektif.

Dalam eksplorasi geofisika, terdapat sebagian tata cara geofisika yang digunakan, antara lain yakni tata cara seismik, tata cara elektromagnetik, tata cara geolistrik, dan tata cara gravitasi serta magnetik. Tiap tata cara geofisika tersebut mempunyai sasaran serta tujuan riset yang berbeda- beda. Tata cara seismik digunakan buat keperluan eksplorasi minyak serta gas bumi, sebaliknya tata cara elektromagnetik bisa diakuisisi buat kepentingan pencarian sumber panas bumi. Tata cara geolistrik dan tata cara gravitasi serta magnetik umumnya diterapkan buat mencari keberadaan mineral- mineral murah di dalam bumi dan mengenali struktur patahan di dasar permukaan bumi.

Baca Juga : Kado simpel snack box serta snack bouquet kekinian, begini metode buatnya

Apa kelainannya geofisika dengan geo- geo yang lain?

Geofisika berbeda dengan geologi. Salah satu perbedaannya terletak pada hasil pengamatan yang diberikan. Hasil pengamatan geofisika bertabiat analisis kuantitatif sebaliknya geologi cenderung bertabiat kualitatif- logis. Perihal inilah yang menimbulkan keduanya tidak bisa dipisahkan. Baik geofisika serta geologi bersama silih memerlukan buat memantapkan hipotesis tiap- tiap. Tidak heran bila banyak riset kebumian yang mengaitkan 2 bidang keilmuan ini.

Tidak hanya dengan geologi, geofisika pula berbeda dengan geografi. Geografi mengamati serta mengobservasi kenampakan- kenampakan di atas permukaan bumi, berbeda dengan geofisika yang fokusnya merupakan dasar permukaan bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *